Sabtu, 01 September 2012
Mencari jodoh dengan cara islam
yakinlah bahwa jodoh kita sudah ditakdirkan Allah SWT. Ia tidak akan kemana-mana dan akan datang jika waktunya sudah tiba. Tugas Anda hanyalah berusaha dan berdoa agar jodoh Anda segera datang (seperti yang Anda inginkan). Jangan pernah berputus asa dan harus bersabar dalam mencari jodoh yang telah ditetapkan Allah SWT.
Allah SWT mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak (di dunia kita tidak mendapatkan jodoh). Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2 : 216).Lalu upaya apa yang perlu dilakukan agar kita segera mendapatkan jodoh? Beberapa upaya yang dapat
dilakukan yaitu :
1. Memperbaiki diri.
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang sholih, maka kita harus menjadi orang yang sholihah juga. Itulah maksud Allah dalam firman-Nya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. 24 : 26).
Memperbaiki diri disini pengertiannya ada dua, lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah kita perlu menjadi orang yang bersih, rapi dan menjaga bau badan. Tidak perlu berdandan yang berlebihan (tidak Islami), tapi perlu kelihatan sebagai orang yang menarik. Sebagian orang yang ingin menikah sangat berharap mendapatkan jodoh yang sholih, tapi ia sendiri orang yang salah (tidak sholih). Ini ibarat pungguk merindukan bulan.
2. Tidak putus asa berdoa.
Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surah Al Furqon ayat 74 : “Ya Rob kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.
3. Ibadah sunnah diperbanyak.
Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan do’a kita semakin dikabulkan Allah SWT.
4. Memiliki kriteria yang tidak muluk.
Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri. Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama/akhlaq yang baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.
5. Memperluas pergaulan.
Cara yang lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. Bahkan dari kenalan dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak.
6. Meminta tolong orang lain.
Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.
7. Menyatakan hasrat secara langsung.
Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang kita taksir bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad saw. Khadijah ra yang lebih dahulu menyetkan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya. Menurut saya, cara ini perlu dimasyarakatkan di Indonesia, sehingga tidak ada lagi wanita yang malu-malu kucing, padahal hatinya sudah ingin sekali dilamar oleh lelaki yang diharapkannya.
Dikutip dari facebook teman....
Jumat, 31 Agustus 2012
Melebur Dosa ala Teknik Elektro
Halalbihalal teknik elektro berlangsung dengan menyenangkan.
Acara dimulai pada jam 4 tepat namun biasa kebiasaan orang Indonesia “jam
karet” tapi tak apalah mereka datang dari pada tidak. Yah sekedar meramaikan
suasana. Seperti biasa pembukaan terdapat sambutan-sambutan dari beberapa tokoh
(tak usah disebut soalnya merega gak membayar aku). Setelah itu ada pembacaan
ayat suci alquran dari teman kami rangga (dia udah mau mboncengi aku pas konvoi
jadi aku sebutkan namanya saja sebagai balas budi). Tak selang beberapa lama
daaing seorang ustad dengan pecinya setinggi 17cm dan menggunakan jubah ala
Persia. Keren sih tapi aneh menurutku dan terlihat menyeramkan. Beliau mengisi ceramah puanjang banget. Untuk membuat para audience tertarik beliau membawa beberapa hadiah untuk teman-teman yang bisa menjawab pertanyaannya.
| bapaknya nunjukin hadiah tu sapa yang mauu?? |
Mungkin karena
sudah bawaan dari sananya saat ceramah dimulai piring-piring jajan berjalan di
pangkuan kami. Tanpa pikir panjang kulahab saja gorengan iru apa lagi dari
tadi aku belum makan nyam.. Untungnya aku duduk di paling belakang jadi ku lahap saja makanan itu dengan santai. Kenyang. Saking keenakan makan hingga lupa apa yang di bicarakan
di depan. Untungnya aku tidak ditanyai tentang apa yang dibahas dalam acara itu
![]() |
| Enak kan gorengannya... |
Acara berlangsung kurang lebih 1 jam. Banyak sekali ilmu-ilmu yang telah kami dapatkan. Tak hanya itu sebagian teman kami berhasil menjawab pertanyaan beliau sehingga mereka mendapatkan hadiah. Ada yang dapat kopyah dan kerudung. Lumayan bisa dipakai waktu sholat. Acara ditutup dengan saling berjabat tangan dengan para peserta. Peserta yang datang pada saat itu banyak sekali. Capek. Menyalami satu persatu dan mempertahankan senyuman di wajah. Namun semua kami lakukan dengan ikhlas.
![]() |
| Minalaidzin Walfaidzin ya.. :) |
Jadi yang aku dapatkan hari ini adalah ilmu yang bermanfaat, saling memaafkan untuk melabur dosa dan perut kenyang. ha ha ha .Semoga saja kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan.
Blue Moon
Blue moon adalah suatu fenomena alam dimana pada saat itu bulan bersinar sangat terang. karena pada saat itu permukaan bulan berada di depan matahari sehingga kita bisa melihat permukaannya dengan mata telanjang. Aku tak tau pasti mengenai kenapa hal itu terjadi. Asal kalian tau istilah blue moon itu tidak sepenuhnya bulan berwarna biru melainkan untuk menambah keingintahuan orang lain akan adanya fenomena puncak keterangan bulan. Selain itu sejarahnya pada saat terjadi purnama kedua ini terjadi kebakaran. Asap mengepul ke udara sehingga mengakibatkan dispersi warna pada langit yang menyebabkan bulan tampak berwarna biru.
Tadi aku di kos-kosan iseng-iseng sama temen-temen (Lutfi dan Arizky) di keputih 1D 60 jpukul 21.42 mencoba mengabadikan momen itu. Waktu kita foto ternyata hasil jepretannya biasa aja, sama halnya penampakan bulan sehari-hari. Ni hasilnya..........
Namun pada saat aku ganti settingannya menjadi "Modus Scene Landscape dengan focus infinite serta tanpa flash akhirnya jadi kayak gini ne
taraaaaaa.....
Subhanallah bagaimana keren kan??
jarang-jarang di kos-kosan dapet momen kayak gini
ihi gak ada editan gan sumpah dah! asli murni fresh from the oven...
Tadi aku di kos-kosan iseng-iseng sama temen-temen (Lutfi dan Arizky) di keputih 1D 60 jpukul 21.42 mencoba mengabadikan momen itu. Waktu kita foto ternyata hasil jepretannya biasa aja, sama halnya penampakan bulan sehari-hari. Ni hasilnya..........
Namun pada saat aku ganti settingannya menjadi "Modus Scene Landscape dengan focus infinite serta tanpa flash akhirnya jadi kayak gini ne
taraaaaaa.....
| Hasil jepretan dengan hp sony ericsson Aino 8.1 Mp |
Subhanallah bagaimana keren kan??
jarang-jarang di kos-kosan dapet momen kayak gini
ihi gak ada editan gan sumpah dah! asli murni fresh from the oven...
Kamis, 30 Agustus 2012
Penari Mungil
Bertahun-tahun sudah penari-penari itu tidak melakukan apa yang biasa ia lakukan. Menari. Masih tergambar jelas bagaimana perasaan maupun kegembiraan yang terpancar dari diri mereka saat penari mungil menari-nari di atas panggung alfabet yang senantiasa tersenyum menanti kapan saatnya ia merasakan kelembutan sentuhan tarian itu. Tawa, sedih, gugup terlihat jelas oleh layar kehidupan yang hanya bisa diam dan tak terucap. ia hanya menyaksikan bagaimana tarian itu berlangsung. Rasa kerinduan akan hal itu lama tak terjawab. Sunyi.
Cahaya sang dewata telah menghangatkan pikiran-pikiran hampa itu. Penari mungil itu kini mulai berlatih mengingat tariannya yang entah kemana perginya berayun-ayun, kesana-kemari menghiasi panggung hitam lusuh itu. Tak ada dekorasi. Polos. Tak ada yang bisa menghentikan mereka. Mereka habiskan waktu untuk berlatih. Llama sekali mereka berlatih. Semua orang meremehkannya. Namun angin tak henti-hentinya berhembus. Begitulah takad dan semangat mereka.
Kereta tua terus melaju meninggalkan stasiun tua itu. Mereka kini telah memasuki dunia baru. Semua hal baru. Tarian-tarian baru telah berhasil mereka persembahkan. Konyol. tapi mereka tetep senang dengan usaha itu. Terus berlatih dan terus belajar.
Semua telah berubah, kini banyak waktu mereka habiskan untuk membuat orang lain tersenyum. Tarian-tarian yang dulu menjadi hinaan kini telah mendapatkan tempat di hati penontonnya. Semua jerih payahnya kini berbuah. Panggung mewah kini menjadi sahabat barunya. Panggung dengan dekorasi mewah, lampu-lampu warni-warni menghiasi langit-langit panggung itu. Perasaan bahagia pun satu persatu mewarnai hati para penari mungil itu. Selamanya ia akan menari di panggung itu.
Cahaya sang dewata telah menghangatkan pikiran-pikiran hampa itu. Penari mungil itu kini mulai berlatih mengingat tariannya yang entah kemana perginya berayun-ayun, kesana-kemari menghiasi panggung hitam lusuh itu. Tak ada dekorasi. Polos. Tak ada yang bisa menghentikan mereka. Mereka habiskan waktu untuk berlatih. Llama sekali mereka berlatih. Semua orang meremehkannya. Namun angin tak henti-hentinya berhembus. Begitulah takad dan semangat mereka.
Kereta tua terus melaju meninggalkan stasiun tua itu. Mereka kini telah memasuki dunia baru. Semua hal baru. Tarian-tarian baru telah berhasil mereka persembahkan. Konyol. tapi mereka tetep senang dengan usaha itu. Terus berlatih dan terus belajar.
Semua telah berubah, kini banyak waktu mereka habiskan untuk membuat orang lain tersenyum. Tarian-tarian yang dulu menjadi hinaan kini telah mendapatkan tempat di hati penontonnya. Semua jerih payahnya kini berbuah. Panggung mewah kini menjadi sahabat barunya. Panggung dengan dekorasi mewah, lampu-lampu warni-warni menghiasi langit-langit panggung itu. Perasaan bahagia pun satu persatu mewarnai hati para penari mungil itu. Selamanya ia akan menari di panggung itu.
Langganan:
Komentar (Atom)








