Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Jumat, 31 Agustus 2012

Melebur Dosa ala Teknik Elektro


Halalbihalal teknik elektro berlangsung dengan menyenangkan. Acara dimulai pada jam 4 tepat namun biasa kebiasaan orang Indonesia “jam karet” tapi tak apalah mereka datang dari pada tidak. Yah sekedar meramaikan suasana. Seperti biasa pembukaan terdapat sambutan-sambutan dari beberapa tokoh (tak usah disebut soalnya merega gak membayar aku). Setelah itu ada pembacaan ayat suci alquran dari teman kami rangga (dia udah mau mboncengi aku pas konvoi jadi aku sebutkan namanya saja sebagai balas budi). Tak selang beberapa lama daaing seorang ustad dengan pecinya setinggi 17cm dan menggunakan jubah ala Persia. Keren sih tapi aneh menurutku dan terlihat menyeramkan. Beliau mengisi ceramah puanjang banget. Untuk membuat para audience tertarik beliau membawa beberapa hadiah untuk teman-teman yang bisa menjawab pertanyaannya.

bapaknya nunjukin hadiah tu sapa yang mauu??

Mungkin karena sudah bawaan dari sananya saat ceramah dimulai piring-piring jajan berjalan di pangkuan kami. Tanpa pikir panjang kulahab saja gorengan iru apa lagi dari tadi aku belum makan nyam.. Untungnya aku duduk di paling belakang jadi ku lahap saja makanan itu dengan santai. Kenyang. Saking keenakan makan hingga lupa apa yang di bicarakan di depan. Untungnya aku tidak ditanyai tentang apa yang dibahas dalam acara itu

Enak kan gorengannya...

 Acara berlangsung kurang lebih 1 jam. Banyak sekali ilmu-ilmu yang telah kami dapatkan. Tak hanya itu sebagian teman kami berhasil menjawab pertanyaan beliau sehingga mereka mendapatkan hadiah. Ada yang dapat kopyah dan kerudung. Lumayan bisa dipakai waktu sholat. Acara ditutup dengan saling berjabat tangan dengan para peserta. Peserta yang datang pada saat itu banyak sekali. Capek. Menyalami satu persatu dan mempertahankan senyuman di wajah. Namun semua kami lakukan dengan ikhlas. 


Minalaidzin Walfaidzin ya.. :)


Jadi yang aku dapatkan hari ini  adalah ilmu yang bermanfaat, saling memaafkan untuk melabur dosa dan perut kenyang. ha ha ha .Semoga saja kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan.
 

Blue Moon

Blue moon adalah suatu fenomena alam dimana pada saat itu bulan bersinar sangat terang. karena pada saat itu permukaan bulan berada di depan matahari sehingga kita bisa melihat permukaannya dengan mata telanjang. Aku tak tau pasti mengenai kenapa hal itu terjadi. Asal kalian tau istilah blue moon itu tidak sepenuhnya bulan berwarna biru melainkan untuk menambah keingintahuan orang lain akan adanya fenomena puncak keterangan bulan. Selain itu sejarahnya pada saat terjadi purnama kedua ini terjadi kebakaran. Asap mengepul ke udara sehingga mengakibatkan dispersi warna pada langit yang menyebabkan bulan tampak berwarna biru.

Tadi aku di kos-kosan iseng-iseng sama temen-temen (Lutfi dan Arizky) di keputih 1D 60 jpukul 21.42 mencoba mengabadikan momen itu. Waktu kita foto ternyata hasil jepretannya biasa aja, sama halnya penampakan bulan sehari-hari. Ni hasilnya..........







Namun pada saat aku ganti settingannya menjadi "Modus Scene Landscape dengan focus infinite serta tanpa flash akhirnya jadi kayak gini ne
taraaaaaa.....

Hasil jepretan dengan hp sony ericsson Aino 8.1 Mp 


Subhanallah bagaimana keren kan??
jarang-jarang di kos-kosan dapet momen kayak gini
ihi gak ada editan gan sumpah dah! asli murni fresh from the oven...


Kamis, 30 Agustus 2012

Penari Mungil

Bertahun-tahun sudah penari-penari itu tidak melakukan apa yang biasa ia lakukan. Menari. Masih tergambar jelas bagaimana perasaan maupun kegembiraan yang terpancar dari diri mereka saat penari mungil menari-nari di atas panggung alfabet yang senantiasa tersenyum menanti kapan saatnya ia merasakan kelembutan sentuhan tarian itu. Tawa, sedih, gugup terlihat jelas oleh layar kehidupan yang hanya bisa diam dan tak terucap. ia hanya menyaksikan bagaimana tarian itu berlangsung. Rasa kerinduan akan hal itu lama tak terjawab. Sunyi.

Cahaya sang dewata telah menghangatkan pikiran-pikiran hampa itu. Penari mungil itu kini mulai berlatih mengingat tariannya yang entah kemana perginya berayun-ayun, kesana-kemari menghiasi panggung hitam lusuh itu. Tak ada dekorasi. Polos. Tak ada yang bisa menghentikan mereka. Mereka habiskan waktu untuk berlatih. Llama sekali mereka berlatih. Semua orang meremehkannya. Namun angin tak henti-hentinya berhembus. Begitulah takad dan semangat mereka.

Kereta tua terus melaju meninggalkan stasiun tua itu. Mereka kini telah memasuki dunia baru. Semua hal baru. Tarian-tarian baru telah berhasil mereka persembahkan. Konyol. tapi mereka tetep senang dengan usaha itu. Terus berlatih dan terus belajar.

Semua telah berubah, kini banyak waktu mereka habiskan untuk membuat orang lain tersenyum. Tarian-tarian yang dulu menjadi hinaan kini telah mendapatkan tempat di hati penontonnya. Semua jerih payahnya kini berbuah. Panggung mewah kini menjadi sahabat barunya. Panggung dengan dekorasi mewah, lampu-lampu warni-warni menghiasi langit-langit panggung itu. Perasaan bahagia pun satu persatu mewarnai hati para penari mungil itu. Selamanya ia akan menari di panggung itu.