Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Selasa, 08 September 2015

Balapan Sapi dari tanah Madura

Sapi merupakan alat transportasi yang digunakan sejak tahun 14 sebelum masehi. sapi digunakan sebagai media transportasi karena mereka mampu menarik kereta yang berisi barang-barang hasil pertanian. Selain itu dalam dunia pertanian sapi digunakan untuk membajak lahan sawah yang kering. Lahan sawah yang kering akan dibajak menggunakan sapi agar tanah menjadi subur. Wajar jika pada sistem pertanian indonesia jaman dulu sebelum melakukan penanaman mereka membajak lahan tersebut menggunakan sapi. Berawal dari keinginan memanfaatkan tenaga sapi untuk mengolah tanah sawah di pulau madura dan atas ketekunan tersebutlah tanah-tanah di pulau madura menjadi lebih subur dari sebelumnya. Hal ini pertama dikenalkan oleh pangeran katandur yang berasal dari pulau sapudi. Beliau mengajarkan bagaimana cara mengolah tanah tandus menjadi lebih subur. Melihat perjuangan pangeran katandur dalam membajak sawah membuat masyarakat sekitar menjadi tertarik dan berbondong-bondong melakukan hal tersebut. Kegiatan ini membuahkan hasil yang sangat luar biasa, Pulau Sapudi yang dulunya tandur kini menjadi lahan yang subur dan bisa digunakan sebagai lahan pertanian. Setiap pasca panen para petani di pulau tersebut bersuka cita. Pangeran katandur berinisiatif untuk menggunakan lahan panca panen untuk dijadikan lintasan balapan sapi. Berasal dari hal itulah hingga saat ini karapan sapi menjadi tradisi turun temurun saat ini dan sering kita kenal sebagai karapan sapi. 

Karapan sapi merupakan istilah yang saat ini sering kita dengar sebagai tradisi dari Pulau Madura. Tradisi ini merupakan kegiatan perlombaan pacuan sapi yang dikendarai oleh seorang joki. Joki tersebut berada pada sebuah kereta kayu dan membawa sebuat pecut untuk membantu mempercepat laju sapi-sapi tersebut. Trek pacuan sapi ini merupakan lahan sawah bekas panen raya. Biasanya lintasan ini terbentang 100 meter dan mengarah ke bambu kecil diseberang lintasan. Para joki harus mampu mengarahkan sapi-sapinya mengarah ke bambu kecil tersebut. Sapi yang mampu menyentuhkan keretanya ke bambu tersebut dan dalam waktu yang relative singkat maka dialah pemenangnya. Kerapan sapi ini didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan Madura yang dinamakan saronen

Anatomi Kerapan
Karapan sapi ini tidak semata-mata sapi diikat pada kereta namun ada beberapa bagian yang harus ada dan bagian-bagian tersebut memiliki nama masing-masing. 

  1. Tukang tongko
    Tukang tongko merupakan istilah yang berasal dari Madura yang berarti joki/sais yang mengarahkan sapi-sapi tersebut
  2. Keleles
    Keleles adalah sarana pelengkap untuk dinaiki oleh joki 
  3. Pangonong
    Sapi-sapi yang akan dipacu dipertautkan dengan “pangonong” pada leher-lehernya sehingga menjadi pasangan yang satu.
  4. Rangangguy dan rarenggan (pakaian dan perhiasan)
  5. Rokong yakni alat untuk mengejutkan sapi agar berlari cepat atau lebih dikenal sebagai pecut 
Sumber: http://www.sarimadu.com/ 
Dalam kerapan sapi tidak ketinggalan adanya “saronen” (perangkat instrumen penggiring kerapan). Perangkatnya terdiri dari saronen, gendang, kenong, kempul, krecek dan gong. Selain menggunakan beberapa peralatan dan perhiasan, pada karapan sapi in iterdapat beberapa pembagian tugas yang akan mendukung performa karapan sapi yakni:

  1. Tukang tambeng
    bertugas menahan, membuka dan melepaskan rintangan untuk berpacu
  2. Tukang gettak
    penggertak sapi agar sapi berlari cepat 
  3. Tukang gubra
    orang-orang yang menggertak sapi dengan bersorak sorai di tepi lapangan
  4. Tukang ngeba tali
    Pembawa tali kendali sapi dari start sampai finish 
  5. Tukang nyandak
    Orang yang bertugas menghentikan lari sapi setelah sampai garis finish 
  6. Tukang tonja
    Orang yang bertugas menuntun sapi 
masih bingung membayangkan bagaimana bentuk sapi yang sudah ditambahkan dengan asesoris menarik khas madura? Jangan khawatir, beginilah tampilan sapi nyentrik sebelum bertanding

sumber: http://www.lontarmadura.com/sejarah-karapan-sapi 
Sapi-sapi yang dipilih pun tidak sembarangan. Sapi-sapi yang dipilih adalah mereka yang memiliki kekuatan besar dan kemampuan lari yang sangat kencang. Tidak hanya itu sapi-sapi yang sudah dipilih bakal mendapatkan pelayanan ala hotel bintang 5. Mereka akan diperlakukan lebih baik dari pada sapi-sapi yang lain. Mulai dari menu makanan yang bergizi, jamu hingga mendapatkan pelayanan pijat. Konon sapi-sapi yang menjadi pemenang dalam karapan sapi akan memiliki nilai jual yang sangat fantastis bahkan lebih mahal dari harga sapi biasanya. Makanya mereka tidak main-main dalam mempersiapkan sapinya untuk kompetisi tersebut. Bahkan biaya yang ditafsir untuk pelayanan kesehatan sapi-sapi tersebut adalah 4 juta rupiah. Tradisi karapan sapi ini tidak hanya ajang kompetisi satu sama lain namun suatu wadah bagi masyarakan madura untuk berkumpuk dan bertegusr sapa setelah musim panen. Tidak hanya itu dari kegiatan ini bisa dijadikan peluang usaha bagi masyarakat untuk berjualan dan sarana memperkenalkan kesenian saronen di pulau madura.

Tertarik untuk menonton tradisi tersebut? Datang dan saksikan saja acara karapan sapi tersebut di pulau garam yakni pulau madura. kegiatan ini bisanya dilaksanakan pada bulan september hingga oktober. jangan sampai ketinggalan. siapkan tiket kalian ke pulau madura. 


Sumber:
Sejarah Karapan sapi, Tradisi, Pesta, dan Prestise Rakyat Madura http://www.lontarmadura.com/sejarah-karapan-sapi/#ixzz3l809KPF2 

http://www.lontarmadura.com/sejarah-karapan-sapi/#





Tidak ada komentar:

Posting Komentar