Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Selasa, 08 September 2015

Festival Malang Tempoe Doeloe

Kota malang merupakan salah satu kota yang menawarkan keindahan alam maupun tempat wisata lainnya. Tidak hanya itu, Kota Malang menawarkan sejuta pesona kegiatan festival atau pun pagelaran seni tiap tahunnya. Dari serangkaian kegiatan yang ada di Kota Malang, ada satu kegiatan yang sangat unik, menarik dan mampu menarik animo ribuan warga baik warga Kota Malang atau pun luar Kota Malang. Kegiatan ini mampu membawa kita menjelajah dimensi waktu yang sangat berbeda. Membawa kita ke suasana puluhan tahun lalu di kota malang. Kegiatan ini membawa kita melihat betapa kuat dan megahnya kota malang menghadapi gemburan penjajah di tahun silam. Kegiatan yang mampu menawarkan berbagai macam gambaran kondisi Kota Malang tempo dulu. Tidak hanya itu kegiatan ini menawarkan berbagai macam pagelaran seni dan makanan khas jaman dahulu. Kegiatan ini bernama Malang Tempoe Doeloe.

Suasana Malang Tempoe Doeloe
sumber: sandynata.multiply.com
Malang Tempoe Doeloe merupakan acara tahunan pemerintah kota malang untuk memeriahkan hari perayaan ulang tahun Kota Malang tiap tahunnya. Tidak hanya sekedar perayaan kegiatan ini merupakan momen dimana kita bisa mengenal Kota Malang lebih dekat. Mulai dari sejarah pemerintahan, kondisi Kota Malang saat menghadapi tentara, hingga saat gedung balai kota malang dibumi hanguskan oleh koloni belanda. Kegiatan ini mulai diselenggarakan pada tahun 2006. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kota malang jaman dahulu kepada para pengunjung. Setiap tahunnya kegiatan ini dilaksanakan di sepanjang jalan utama kota malang yakni jalan ijen. Sepanjang jalan tersebut akan ditemui beberapa makanan khas jaman dulu dan berbagai kesenian unik nan menarik. Bagi kalian yang suka mengoleksi barang-barang antik kalian akan dengan mudah mendapatkannya. Sepanjang jalan ijen akan digelar stan yang berisikan hal-hal menarik jaman dulu. Desetiap persimpangan jalan akan disuguhkan beberapa kesian khas dari Jawa Timur dan Kota Malang khusunya. Kesenian yang ditampilkan pada acara tersebut adalah wayang kulit, wayang orang. Ludruk dan panggung music khas jaman dahulu. Pada Malang Tempoe Doeloe kalian akan menemukan beberapa miniature dan memorabilia kota malang. Kalian akan menemui beberapa baliho yang berisikan informasi detail mengenai kota malang. Tidak hanya itu jika beruntung kalian akan menemui beberapa peralatan perang tentara di kota malang. Tanpa membayar biaya kalian akan bisa berfoto dengan tank ataupun senjata-senjata jaman dahulu. Selain menyuguhkan informasi dalam media gambar dan tulis kalian akan menemui beberapa komunitas-komunitas yang jarang kalian temui di kota-kota lain seperti komunitas sepeda ontel, barang antik dan masih banyak lain. jika saat mengunjungi tempat tersebut dan kalian merasa lapar, jangan khawatir. Pada pagelaran Malang Tempoe Doeloe menyuguhkan berbagai macam jenis makanan khas jawa timur dan kota malang. Dengan harga yang relative murah kalian akan memanjakan perut kalian yang keroncongan. Jika kalian tidak mau makan makanan yang berat di acara tersebut juga menyuguhkan camilan atau makanan ringan yang sangat saying untuk dilewatkan. Ada permen tebu, gulali jawa, cenil, sawut dan masih banyan aneka camilan.
Beberapa stan Malang tempoe doeloe
Sumber: kompasiana.com
Kegiatan malang tempoe doloe ini dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun kota malang yakni sekitaran bulan mei. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Jadi jangan khawatir jika kalian akan ketinggalan. Kegiatan ini mulai dibuka pada pukul 16.00 hingga 23.00. tidak hanya itu kalian bisa menikmati sajian ini gratis tanpa ada tiket masuk. Jika kalian berkunjung ke malang tempoe doeloe menggunakan busana jaman dahulu, kalian akan mendapatkan hadiah dari panitia penyelenggara. Dan jika kalian beruntung foto kalian akan masuk ke dalam artikel pemerintah kota malang. Lumayan jadi artis dadakan. Saya sarankan jika kalian ingin menikmati stan-stan yang ada disana lebih baik kalian datang di sore hari. Kalian akan leluasa melihat setiap sudut jalanan ijen. Namun jika kalian datang diatas waktu tersebut jangan kaget jika jalanan akan penuh dengan ribuan orang yang berbondong-bondong ke acara tersebut. Sama halnya kalian akan melihat lautan manusia di sepanjang jalanan ijen. Meskipun begitu kalian jangan khawatir. Meskipun penuh dan berdesak-desakan dengan para pengunjung kalian masih bisa mendengarkan alunan music etnik dan beberapa alunan tembang jawa. Lumayan masih sedikit terhibur.
Malang tempoe doeloe menawarkan sejuta pesona keindahan kota malang. Kalian akan diajak berpetualang melihat kota malang saat masih di jajah hingga saat ini menjadi kota kebanggan jawa timur. Tunggu apa lagi? Segera siapkan busana tempo dulumu dan segera langkahkan kakimu ke jalan ijen kota malang.
Masih tidak percaya dengan keindahan dan keunikan malang tempo doeloe? Klik saja video dibawah ini ya.

Selamat bertemu di kota malang

Balapan Sapi dari tanah Madura

Sapi merupakan alat transportasi yang digunakan sejak tahun 14 sebelum masehi. sapi digunakan sebagai media transportasi karena mereka mampu menarik kereta yang berisi barang-barang hasil pertanian. Selain itu dalam dunia pertanian sapi digunakan untuk membajak lahan sawah yang kering. Lahan sawah yang kering akan dibajak menggunakan sapi agar tanah menjadi subur. Wajar jika pada sistem pertanian indonesia jaman dulu sebelum melakukan penanaman mereka membajak lahan tersebut menggunakan sapi. Berawal dari keinginan memanfaatkan tenaga sapi untuk mengolah tanah sawah di pulau madura dan atas ketekunan tersebutlah tanah-tanah di pulau madura menjadi lebih subur dari sebelumnya. Hal ini pertama dikenalkan oleh pangeran katandur yang berasal dari pulau sapudi. Beliau mengajarkan bagaimana cara mengolah tanah tandus menjadi lebih subur. Melihat perjuangan pangeran katandur dalam membajak sawah membuat masyarakat sekitar menjadi tertarik dan berbondong-bondong melakukan hal tersebut. Kegiatan ini membuahkan hasil yang sangat luar biasa, Pulau Sapudi yang dulunya tandur kini menjadi lahan yang subur dan bisa digunakan sebagai lahan pertanian. Setiap pasca panen para petani di pulau tersebut bersuka cita. Pangeran katandur berinisiatif untuk menggunakan lahan panca panen untuk dijadikan lintasan balapan sapi. Berasal dari hal itulah hingga saat ini karapan sapi menjadi tradisi turun temurun saat ini dan sering kita kenal sebagai karapan sapi. 

Karapan sapi merupakan istilah yang saat ini sering kita dengar sebagai tradisi dari Pulau Madura. Tradisi ini merupakan kegiatan perlombaan pacuan sapi yang dikendarai oleh seorang joki. Joki tersebut berada pada sebuah kereta kayu dan membawa sebuat pecut untuk membantu mempercepat laju sapi-sapi tersebut. Trek pacuan sapi ini merupakan lahan sawah bekas panen raya. Biasanya lintasan ini terbentang 100 meter dan mengarah ke bambu kecil diseberang lintasan. Para joki harus mampu mengarahkan sapi-sapinya mengarah ke bambu kecil tersebut. Sapi yang mampu menyentuhkan keretanya ke bambu tersebut dan dalam waktu yang relative singkat maka dialah pemenangnya. Kerapan sapi ini didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan Madura yang dinamakan saronen

Anatomi Kerapan
Karapan sapi ini tidak semata-mata sapi diikat pada kereta namun ada beberapa bagian yang harus ada dan bagian-bagian tersebut memiliki nama masing-masing. 

  1. Tukang tongko
    Tukang tongko merupakan istilah yang berasal dari Madura yang berarti joki/sais yang mengarahkan sapi-sapi tersebut
  2. Keleles
    Keleles adalah sarana pelengkap untuk dinaiki oleh joki 
  3. Pangonong
    Sapi-sapi yang akan dipacu dipertautkan dengan “pangonong” pada leher-lehernya sehingga menjadi pasangan yang satu.
  4. Rangangguy dan rarenggan (pakaian dan perhiasan)
  5. Rokong yakni alat untuk mengejutkan sapi agar berlari cepat atau lebih dikenal sebagai pecut 
Sumber: http://www.sarimadu.com/ 
Dalam kerapan sapi tidak ketinggalan adanya “saronen” (perangkat instrumen penggiring kerapan). Perangkatnya terdiri dari saronen, gendang, kenong, kempul, krecek dan gong. Selain menggunakan beberapa peralatan dan perhiasan, pada karapan sapi in iterdapat beberapa pembagian tugas yang akan mendukung performa karapan sapi yakni:

  1. Tukang tambeng
    bertugas menahan, membuka dan melepaskan rintangan untuk berpacu
  2. Tukang gettak
    penggertak sapi agar sapi berlari cepat 
  3. Tukang gubra
    orang-orang yang menggertak sapi dengan bersorak sorai di tepi lapangan
  4. Tukang ngeba tali
    Pembawa tali kendali sapi dari start sampai finish 
  5. Tukang nyandak
    Orang yang bertugas menghentikan lari sapi setelah sampai garis finish 
  6. Tukang tonja
    Orang yang bertugas menuntun sapi 
masih bingung membayangkan bagaimana bentuk sapi yang sudah ditambahkan dengan asesoris menarik khas madura? Jangan khawatir, beginilah tampilan sapi nyentrik sebelum bertanding

sumber: http://www.lontarmadura.com/sejarah-karapan-sapi 
Sapi-sapi yang dipilih pun tidak sembarangan. Sapi-sapi yang dipilih adalah mereka yang memiliki kekuatan besar dan kemampuan lari yang sangat kencang. Tidak hanya itu sapi-sapi yang sudah dipilih bakal mendapatkan pelayanan ala hotel bintang 5. Mereka akan diperlakukan lebih baik dari pada sapi-sapi yang lain. Mulai dari menu makanan yang bergizi, jamu hingga mendapatkan pelayanan pijat. Konon sapi-sapi yang menjadi pemenang dalam karapan sapi akan memiliki nilai jual yang sangat fantastis bahkan lebih mahal dari harga sapi biasanya. Makanya mereka tidak main-main dalam mempersiapkan sapinya untuk kompetisi tersebut. Bahkan biaya yang ditafsir untuk pelayanan kesehatan sapi-sapi tersebut adalah 4 juta rupiah. Tradisi karapan sapi ini tidak hanya ajang kompetisi satu sama lain namun suatu wadah bagi masyarakan madura untuk berkumpuk dan bertegusr sapa setelah musim panen. Tidak hanya itu dari kegiatan ini bisa dijadikan peluang usaha bagi masyarakat untuk berjualan dan sarana memperkenalkan kesenian saronen di pulau madura.

Tertarik untuk menonton tradisi tersebut? Datang dan saksikan saja acara karapan sapi tersebut di pulau garam yakni pulau madura. kegiatan ini bisanya dilaksanakan pada bulan september hingga oktober. jangan sampai ketinggalan. siapkan tiket kalian ke pulau madura. 


Sumber:
Sejarah Karapan sapi, Tradisi, Pesta, dan Prestise Rakyat Madura http://www.lontarmadura.com/sejarah-karapan-sapi/#ixzz3l809KPF2 

http://www.lontarmadura.com/sejarah-karapan-sapi/#





risau

Setiap orang memiliki mimpi-mimpi yang besar dalam setiap hidupnya nertebamun hanya orang-orang tertentu yang mampu menjaga semangat api di dalam dirinya. hanua beberapa orang saja yang bisa bertahan dalam setiap impiannya. terkadang aku hanya bisa merenung dan duduk di selasar perpustakaan kampus. melihat anak-anak mahasiswa baru bercanda tawa dengan teman-teman barunya. dunia serasa indah dan ramai dengan cerita-cerita mereka. cerita mengenai asal mereka, kehidupan saat di SMA dan perjuangan mereka mendapatkan kampus sesuai keinginannya. ramai, gemuruh dan penuh canda tawa. namun tanpa aku sadari aku hanya duduk di bangku porselain abu-abu dan melihat mereka saja. aku merasakan kesunyian diantara keramaian itu. entah apa yang aku pikirkan. aku tak paham. aku hanya merindukan dia. dia yang selama ini bisa membuat hidupku jadi lebih berwarna. hidup yang memiliki gradasi warna. entah masalah, bahagia atau pun kisa sedih yang silih berganti mengisi diantara kami. kata orang ini hal yang tidak wajar. namun aku berudaha meyakini bahwa inilah yang aku cari selama ini. aku tidak berharap apa-apa. cukup rasa dimana aku merasa dimanusiakan oleh orang-orang saja. namun entahlah itu mungkin hanya kisah masa lalu yang berhasil aku lewati. baik buruknya juga akan menjadi tanggungjawabku. show must go on, with or without you. itulah kalimat yang aku pegang selama ini hampir bertahun-tahun. lambat laun aku juga mulai sadar memang inilah jalanku. saat aku menulis ini pun aku juga masih menyimpan harapan itu, tapi entahlah. biarkan ini menjadi harapan yang membuatku menjadi orang yang lebih dewasa. semua butuh waktu dan aku yakin waktu akan menunjukkan hal-hal baru dalam hidupku.